Kategori
Pemahaman kami

Gerakan Sosial Yang Mengguncang Dunia

Apa saja gerakan sosial yang Anda ketahui? Di abad ke-21 ini ada gerakan sosial seperti Fridays for Future dan Black Lives Matter. Mungkin kita bisa lihat, gerakan sosial seperti ini bermula dari ide yang hanya disetujui segelintir orang, tapi berkembang menjadi suatu opini yang dimiliki banyak orang. Dalam artikel ini, saya akan membahas tentang gerakan sosial dan contoh-contohnya.

Definisi Gerakan Sosial 

Menurut Britannica, gerakan sosial adalah rangkaian aktivitas kolektif yang terorganisasi secara longgar tetapi berkelanjutan untuk mendukung perubahan sosial, baik untuk mendorong atau mencegah perubahan struktur atau nilai masyarakat1.

Penyebab Adanya Gerakan Sosial 

Terdapat dua penyebab gerakan sosial, yang pertama adalah faktor psikologis individu dan yang kedua adalah karakteristik masyarakat pada waktu tertentu. Masing-masing faktor akan dijelaskan sebagai berikut.

1. Faktor psikologis

Faktor psikologis berkaitan dengan terdorong atau tidaknya seseorang untuk bergabung dengan suatu gerakan sosial. Menurut van Zomeren, faktor-faktor itu adalah:

  1. Apakah orang itu merasakan nilai moralitas yang ia percaya dilanggar
  2. Apakah orang itu merasa emosi marah yang juga dirasakan orang-orang lain, bukan hanya dirinya sendiri saja?
  3. Apakah orang itu merasa menjadi bagian dari sebuah golongan masyarakat yang ingin mendorong sebuah perubahan sistemik (kebijakan, sistem nilai)?
  4. Apakah orang itu merasa bahwa golongan ini akan mampu mendatangkan perubahan yang diinginkan?

2. Faktor sosial 

a. Pergeseran Budaya

Seperti yang dapat dilihat dari sejarah, peradaban selalu berkembang. Hal ini menyebabkan berbagai perubahan di masyarakat. Selama pergeseran budaya, orang-orang dapat menciptakan ide-ide baru atau memegang nilai-nilai baru. Adopsi lebih luas dari ide dan nilai baru inilah yang diusahakan melalui gerakan sosial.

b. Disorganisasi Sosial

Perubahan di masyarakat umumnya bersifat tidak teratur karena perubahan di lain tempat tidak terjadi secara bersamaan. Suatu bagian dapat berkembang pesat lebih dahulu sedangkan bagian lagi belum terlalu berkembang, sehingga menyebabkan ketertinggalan. Disorganisasi sosial menyebabkan kebingungan dan ketidakpastian karena aturan lama tidak lagi menjadi panduan. Kemudian kebingungan inilah yang melahirkan gerakan sosial.

c. Ketidakadilan Sosial

Jika sekelompok manusia mendapatkan perlakuan tidak adil, maka mereka akan merasa frustasi dan diasingkan. Perasaan inilah yang memupuk gerakan sosial. Tidak hanya masyarakat miskin yang dapat memunculkan gerakan sosial akibat ketidakadilan, tapi siapapun dari berbagai latar belakang2.

Gerakan Sosial Yang Mengguncang Dunia

1. Fridays for Future (FFF)

Seperti yang telah disebutkan dalam situs resminya, Fridays for Future (FFF) adalah gerakan yang diorganisasi dan dipimpin oleh pemuda untuk memprotes kurangnya tindakan untuk mengatasi krisis iklim. Gerakan ini bermula pada Agustus 2018 setelah seorang anak berumur 15 tahun bernama Greta Thunberg dan aktivis muda lainnya duduk di depan parlemen Swedia setiap hari sekolah selama tiga pekan. Greta juga membagikan flyer yang bertuliskan “Kalian orang dewasa peduli setan dengan masa depanku!”

Saat ini, setiap bulan siswa di seluruh dunia pergi ke jalanan untuk menuntut politisi lebih memperhatikan parahnya perubahan iklim dan melakukan tindakan. Gerakan sosial ini telah menarik perhatian lebih dari satu juta pemuda di lebih dari 100 negara3.

Dalam sebuah konferensi iklim PBB, Greta membuat pernyataan yang mengguncang para pemirsa “Ini semua salah. Saya seharusnya tidak berada di sini, namun kalian semua menggantungkan harapan kalian ke anak muda. Berani-beraninya kalian!”

Anak-anak kecil memang tidak bisa mengeluarkan sebuah kebijakan. Oleh karena itu, mereka terus melakukan protes dan negosiasi. Dan hasilnya tidak sia-sia. Pada 2019, Kanselir Jerman Angela Merkel secara tidak langsung mengatakan bahwa FFF mempengaruhi dia sehingga pada United Nations Climate Action Summit di New York ia berkata kepada para pejabat bahwa mereka mendapat panggilan untuk “bangun” dari para anak muda. Kemudian, pemerintah Jerman mengeluarkan peraturan baru yang melarang penjualan pemanas oli mulai tahun 2026 dan memberikan harga 10 Euro untuk setiap ton emisi karbon dioksida dari transportasi dan pemanas bahan bakar.

Selain itu, FFF juga memberi pengaruh kepada “a Sunday for Future” yang merupakan hari saat Partai Hijau memenangkan kursi di Parlemen Eropa. Partai Hijau kemudian mendorong usulan agenda Green Deal dari Uni Eropa. Perjanjian Green Deal ini dibuat untuk menjadikan Eropa sebagai benua dengan iklim netral pertama di dunia pada tahun 20504.

2. Black Lives Matter (BLM)

Foto oleh Obi Onyeador on Unsplash

Kasus ketika pembunuh Trayvon Martin dibebaskan pengadilan menjadi awal dan sebab pembentukan gerakan sosial #BlackLivesMatter pada tahun 2013. Organisasi BLM berada di Amerika Serikat, Inggris, dan Kanada. Tujuan organisasi ini adalah memberantas supremasi kulit putih dan membangun kekuatan lokal untuk turun tangan menolak kekerasan yang dilakukan oleh negara terhadap komunitas kulit hitam.

Menurut The New York Times, BLM bisa jadi gerakan sosial paling besar sepanjang sejarah Amerika Serikat. Pada 6 Juni 2020, gerakan BLM dilakukan oleh 500 ribu orang di hampir 550 lokasi di Amerika Serikat. Angka protestan dalam satu hari tersebut lebih banyak daripada protes dalam satu bulan5. Di belahan dunia lainnya, yaitu Inggris, demonstrasi anti rasisme ini telah dilakukan oleh ratusan ribu orang. Di dunia online, hashtag #BlackLivesMatter telah digunakan sebanyak 10 juta kali6.

Salah satu protes BLM yang dilakukan masyarakat dunia adalah akibat kasus George Floyd tahun 2020. Bahkan momentum ini disebut-sebut sebagai momentum yang mengubah dunia. Berikut beberapa contoh perubahan yang terjadi di berbagai belahan dunia akibat kasus Floyd7.

a. Di Amerika Serikat

  • Partai Demokrat mengusulkan undang-undang untuk mereformasi polisi Amerika, yang akan memfasilitasi penuntutan polisi untuk pelanggaran, larangan mencekik, dan mengatasi rasisme.
  • Dewan Kota Minneapolis setuju untuk melarang penggunaan alat mencekik oleh polisi dan meminta petugas untuk melapor dan turun tangan ketika mereka melihat penggunaan kekuatan yang tidak sah oleh seorang rekan.
  • Polisi-polisi yang terlibat dalam kasus pembunuhan Floyd didakwa atas pembunuhan dan persekongkolan pembunuhan
  • Departemen Kepolisian Metro Louisville telah memecat salah satu dari tiga petugas, Brett Hankison, yang terlibat dalam penembakan fatal terhadap Breonna Taylor.
  • New Jersey ​​memperbarui pedoman kepada polisi yang mengatur penggunaan kekerasan untuk pertama kalinya dalam dua dekade.

b. Di Inggris

  • Di Bristol, sebuah patung pedagang budak Edward Colston dirobohkan selama protes anti-rasisme dan dibuang ke pelabuhan.
  • Di London, patung pedagang budak Robert Milligan ditutup dan kemudian dipindahkan dari luar Museum London Docklands.
  • Di Glasgow, patung Sir Robert Peel dirusak oleh pengunjuk rasa dan juru kampanye menyerukan semua kota di Inggris untuk menghapus semua tokoh sejarah yang terkait dengan perbudakan dan rasisme.

3. I am Malala 

Photo by Kompas on Kompas

Malala adalah seorang perempuan yang tumbuh di Swat Valley, Pakistan, sebuah daerah dengan pemerintah yang tidak stabil dan kekuatan oposisi yang meningkat. Ayah Malala adalah seorang pemilik sekolah swasta yang mengusahakan agar anaknya dapat bersekolah. Walaupun Malala punya privilege untuk bersekolah, hal itu tidak dapat bertahan lama karena setelah Taliban mengambil alih tempat tinggalnya, lebih dari 200 sekolah perempuan ditutup, termasuk sekolahnya.

Berbulan-bulan setelah Malala tidak bisa bersekolah, ia tergerak untuk melawan ketidakadilan dan memperjuangkan hak bersekolah untuk anak-anak perempuan. Berkali-kali Malala berdiri di depan publik untuk melawan Taliban. Kemudian pada tahun 2009, Malala mulai menulis blog di BBC untuk membagikan kepada dunia tentang ketidakadilan dan kesengsaraan yang dihadapi Swat Valley.

Blog Malala tersebar dengan sangat cepat dan mendapatkan ribuan pengikut dari seluruh dunia. Orang-orang tergugah dengan cerita Malala. Pada saat itu juga tentara Pakistan mendorong Taliban keluar dari Swat Valley sehingga Malala kembali bersekolah. Malala terus melakukan gerakan sosial memperjuangkan hak perempuan untuk bersekolah terlepas dari adanya perlawanan Taliban. Malala menjadi semakin terkenal, namun reputasi negatif Malala di mata Taliban juga bertumbuh sehingga memprovokasi mereka untuk membunuh Malala. Dalam sebuah perseteruan, Malala ditembak di kepala oleh Taliban.

Malala kemudian dirawat di Inggris dan selamat dari tembakan yang mematikan itu. Setelah sembuh, Malala tidak menyerah dan terus memperjuangkan isu ini. Malala memulai Malala Fund di tahun 2013 untuk membantu 130 juta perempuan berumur 6-17 tahun di dunia yang tidak bisa bersekolah karena hak-nya direbut. Kemudian di tahun 2014 Malala mendapatkan penghargaan Nobel Peace Prize8.

Malala Fund merepresentasikan perempuan yang mendapat tekanan oleh agama, misogyny, serta pemisahan gender. Malala Fund telah berkontribusi secara masif terhadap isu ini di seluruh dunia. Diantaranya berhasil mendapatkan $2.9 miliar dari negara G7 dan World Bank untuk edukasi perempuan serta berkolaborasi dengan Apple Inc. untuk mengedukasi 100,000 anak perempuan9.

4. Me Too

Foto oleh Mihai Surdu on Unsplash

Gerakan sosial “me too” didirikan oleh Tarana Burke di tahun 2006 untuk melawan pelecehan seksual dan kekerasan seksual. Namun, baru pada tahun 2017 gerakan sosial ini mendapatkan sorotan dari seluruh dunia. Alyssa Milano membantu mempopulerkan hashtag #MeToo sehingga menjadi viral di sosial media. Gerakan sosial Me Too ini telah menghasilkan berbagai perubahan positif yang konkrit di Amerika Serikat, antara lain sebagai berikut10.

  • Negara melarang non-disclosure agreement yang mencakup pelecehan seksual
  • Negara bagian memperkenalkan perlindungan bagi lebih banyak pekerja
  • The Time's Up Legal Defense Fund telah membantu lebih dari 3.600 orang mencari keadilan
  • Gerakan untuk mengakhiri upah minimum dari tip semakin meningkat
  • Kongres telah mereformasi beberapa prosesnya untuk staf yang melaporkan pelecehan seksual
  • Beberapa penyintas mendapatkan ganti rugi finansial
  • Orang Amerika telah mengubah cara mereka berpikir tentang kekuasaan

Selain di Amerika Serikat, gerakan sosial Me Too telah memberikan kontribusi yang masif kepada penyintas pelecehan seksual dan kekerasan seksual. Contohnya adalah sebagai berikut.

  • Menegaskan bagi para penyintas bahwa mereka tidak sendirian
  • Mengembangkan komunitas yang lebih kuat di mana para penyintas merasa memiliki suara
  • Menunjukkan seberapa luas masalah ini
  • Pergeseran norma dan pendapat sosial tentang masalah ini
  • Mengekspos sistem kepercayaan yang memungkinkan adanya kekerasan
  • Meningkatkan belas kasih untuk para penyintas
  • Membuka suara seputar pelecehan seksual, kekerasan seksual, dan intimidasi seksual
  • Menghilangkan stigma masalah dan membuatnya aman untuk didiskusikan

. . .

Referensi

  1. Brittanica. Diambil dari https://www.britannica.com/topic/social-movement/The-consequences-of-social-movements
  2. Shah, S. Social Movements: Meaning, Causes, Types, Revolution and Role. Diambil dari https://www.sociologydiscussion.com/social-movements/social-movements-meaning-causes-types-revolution-and-role/2248
  3. Fridays for Future Movement – Inspiration and Action Award. Champions of the Earth. Diambil dari https://www.unep.org/championsofearth/laureates/2019/fridays-future-movement
  4. Braw, E. (30 Desember 2019). 2020 for the Future. Foreign Policy. Diambil dari https://foreignpolicy.com/2019/12/30/fridays-for-future-foreign-policy-bureacrats-officials-2019-greta-thunberg/
  5. Buchanan, L., Bui, Q., & Patel, J. K. (3 Juli 2020). Black Lives Matter May Be the Largest Movement in U.S. History. The New York Times. Diambil dari https://www.nytimes.com/interactive/2020/07/03/us/george-floyd-protests-crowd-size.html
  6. Campbell, A. (13 Juni). What is Black Lives Matter and what are the aims? BBC. Diambil dari https://www.bbc.com/news/explainers-53337780
  7. O’Mailey, K. (25 Juni 2020). How Black Lives Matter Protests Have Changed The World, A Month After George Floyd’s Death. Elle. Diambil dari https://www.elle.com/uk/life-and-culture/culture/a32822672/black-lives-matter-protests-achievements-statues-police-reform/
  8. He, K. (22 Maret 2020). Malala’s Movement: An Inspiration for Courage, Endurance, and Compassion. Medium. Diambil dari https://medium.com/young-spurs/malalas-movement-an-inspiration-for-courage-endurance-and-compassion-7bedd071d2e1
  9. Wikipedia. Diambil dari https://en.wikipedia.org/wiki/Malala_Fund
  10. North, A. (4 Oktober 2019). 7 positive changes that have come from the #MeToo movement. Vox. Diambil dari https://www.vox.com/identities/2019/10/4/20852639/me-too-movement-sexual-harassment-law-2019
Share

Written by
Lavinia Rahmawati

Twitter Instagram

Tingkatkan kemampuan komunikasi Anda hari ini

Hubungi kami

Atau kirim teks ke 089666666727