Kategori
Pemahaman kami

Apa itu Perubahan Sosial dan Mengapa Kita Harus Peduli?

Apa yang kamu pikirkan saat mendengar kata perubahan sosial? Apakah sekumpulan aktivis yang menuntut pemerintah (berhenti) melakukan sesuatu? Atau berubahnya tingkat kekerasan domestik berbasis gender di sebuah kabupaten? Dalam artikel ini, saya akan membahas apa yang sebetulnya kita bicarakan saat kita membahas perubahan sosial, contoh perubahan sosial, dan mengapa kita yang mungkin tidak pernah menganggap diri kita sebagai aktivis atau “SJW” harus peduli terhadapnya perubahan sosial.

Definisi Perubahan Sosial

Menurut Selo Soemardjan yang dianggap sebagai bapak sosiologi Indonesia, perubahan sosial adalah perubahan pada sistem sosial yang dipengaruhi oleh perubahan pranata (infrastuktur) kemasyarakatan yang mencakup nilai-nilai, sikap, dan pola perilaku.

Sedangkan menurut sosiolog ternama Emile Durkheim, perubahan sosial adalah perubahan kondisi kehidupan masyarakat dari kondisi tradisional yang diikat solidaritas mekanistik, ke dalam kondisi masyarakat modern yang diikat oleh solidaritas organik. Solidaritas organik memiliki pembagian kerja yang jelas sebagai akibat dari revolusi industri. Di masyarakat, seorang individu lebih dituntut untuk menguasai satu hal daripada mengetahui banyak hal secara superfisial. Pada solidaritas organik, masalah hukum bersifat lebih restitutif yaitu mendorong pemulihan relasi sosial yang terganggu ke kondisi semula1.1.

Kingsley Davis mengatakan bahwa perubahan sosial merupakan perubahan-perubahan yang terjadi dalam struktur dan fungsi masyarakat2.2Dan menurut Robert Mac Iver, perubahan sosial adalah perubahan-perubahan yang terjadi dalam hubungan sosial atau keseimbangan hubungan sosial3.3.

Source: ​​Priscilla Gyamfi

Contoh Perubahan Sosial

Contoh perubahan sosial adalah munculnya teknologi informasi yang menjadikan penyebaran informasi semakin cepat dan akses informasi semakin demokratis. Dahulu, manusia hanya dapat berkomunikasi secara lisan. Semakin ke sini manusia bisa berkomunikasi melalui media seperti surat, email, Whatsapp, dan lain sebagainya. Semakin cepat media komunikasinya, semakin luas ketersediaan informasi tersebut. Yang dulunya rakyat sulit mengumandangkan keluhannya, sekarang makin mudah pemerintah mendengar keluhan rakyat (kalau mau).

Contoh lainnya yaitu perubahan peran wanita dalam tatanan masyarakat yang dahulu dianggap kurang penting, tapi sekarang dianggap sejajar. Pada abad ke-19, mulailah muncul gerakan anti patriarkis oleh perempuan di dunia. Kemunculan gerakan perempuan di dunia mempengaruhi gerakan perempuan di Indonesia. Walaupun R.A. Kartini memprakarsai gerakan kesetaraan gender di Indonesia, kaum perempuan di Indonesia lah yang menjadi penggerak perubahan ini. Kaum perempuan di Indonesia menaikkan mutu pendidikan untuk perempuan serta membentuk perkumpulan perempuan di berbagai daerah. Kalangan terpelajar di Indonesia melihat adanya perbedaan yang sangat mendasar antara bangsa Eropa dan Indonesia, seperti dalam tingkatan stratifikasi dan gaya hidup. Kemudian munculah tokoh perempuan yang mempelopori kebebasan dan kesetaraan akibat keprihatinan terhadap kondisi kaum perempuan tersebut4.4.

Kemudian juga ada gerakan dari komunitas LGBTQ yang mengubah institusi dan norma budaya. Menurut Trans Legal Mapping Report yang dirilis pada tahun 2020, terdapat 96 negara yang memperbolehkan komunitas transgender mengubah gendernya secara legal5. Di negara-negara tertentu, hukum mengatur tentang komunitas LGBTQ agar mendapatkan hak yang setara seperti dalam hal pendidikan, pekerjaan, dan partisipasi hukum.

Perubahan sosial juga dapat didukung oleh hukum baru yang berlaku. Misalnya UU nomor 16 tahun 2019 tentang Perkawinan. Undang-undang ini mengubah batas minimal menikah laki-laki dan perempuan yang akan menikah minimal di usia 19 tahun. Dulu batas usia menikah bagi laki-laki yaitu 19 tahun dan perempuan 16 tahun6.6Manfaat dari undang-undang ini adalah pencegahan perkawinan anak. Perubahan sosial yang terjadi akibat adanya undang-undang ini dapat mencakup perbaikan aspek pendidikan, kesehatan, dan ekonomi.

Selain itu, fenomena alami seperti pandemi COVID-19 juga dapat mendorong perubahan sosial. Dengan adanya kondisi yang tidak aman untuk manusia berkumpul, maka banyak kegiatan sosial yang ditiadakan atau dimodifikasi seperti berkumpul bersama, kegiatan keagamaan, kegiatan politik dan lain sebagainya. Pekerjaan yang menjadi bagian besar dari kehidupan sosial juga mengalami perubahan.

8 Alasan Mengapa Kita Harus Peduli Dengan Perubahan Sosial

1. Perubahan Sosial Memiliki Pengaruh Yang Dahsyat

Dilihat dari contoh-contoh perubahan sosial di masa lalu dan yang sedang terjadi, kita bisa sepakat bahwa perubahan sosial bersifat jangka panjang dan memiliki cakupan yang amat sangat luas. Perubahan sosial adalah hal yang universal, artinya mempengaruhi seluruh individu sehingga sudah sepatutnya kita peduli bagaimana perubahan ini, apakah positif atau negatif.

2. Perubahan Dimulai dari Bagaimana Kita Berinteraksi  

Kelihatannya membuat perubahan itu adalah sesuatu yang besar dan merepotkan. Mungkin Anda bertanya-tanya kenapa Anda harus ikut membuat perubahan sosial. Namun, perubahan itu sebenarnya berasal dari hal-hal kecil. Misalnya bagaimana kita berinteraksi dalam kehidupan sehari-hari. Apakah kita sudah menghargai pendapat dan sudut pandang orang lain yang memiliki latar belakang yang berbeda dengan kita?

3. Kita Dapat Menentukan Arah Perubahan Sosial 

Perubahan itu pasti, tinggal bagaimana kita menanggapinya. Secara kolektif, kita semua memiliki kekuatan untuk membentuk masa depan dan menentukan perubahan sosial ke arah yang lebih baik. Setelah kita berinteraksi dengan orang lain, munculah berbagai perspektif yang bertentangan. Kita perlu terus melontarkan perspektif yang berbeda hingga menemukan kesepakatan dan menemukan nilai yang kita sama-sama percaya yang pada akhirnya mengarah pada perubahan sosial yang diinginkan bersama.

4. Perubahan Sosial Baik Untuk Diri Sendiri

Menurut riset, berbuat baik untuk orang lain dapat meningkatkan pengembangkan diri dan memperpanjang kebahagiaan.7Dengan menggunakan teknologi fMRI, ditemukan bahwa berbagi mengaktifkan bagian otak yang sama dengan stimulasi dari makanan dan seks. Kita juga tahu pepatah lama yang mengatakan bahwa sedekah tidak akan membuatmu lebih miskin.

5. Perubahan Sosial Mendorong Kesetaraan Gender

Dunia saat ini masih memperjuangkan kesetaraan gender. Dunia ekonomi dan politik masih didominasi oleh pria. Tindakan yang diperlukan untuk mendorong kesetaraan gender antara lain menghapus glass ceiling, meningkatkan akses pendidikan, dan menyediakan akses kesehatan untuk perempuan. Lama-lama tindakan yang kecil ini dapat berkembang menjadi sebuah perubahan yang signifikan.

6. Perubahan Sosial Baik Untuk Bisnis

Penelitian menunjukan bahwa lingkungan kerja yang beragam dapat meningkatkan produktivitas8Perusahaan yang bertanggung jawab secara sosial dapat meningkatkan reputasinya, menarik perhatian pegawai, dan meningkatkan pangsa pasar9Perubahan sosial adalah salah satu penentu apakah perusahaan tersebut kompetitif di industri.

7. Perubahan Sosial Menyelamatkan Kita dan Generasi Mendatang Dari Krisis Iklim

Manusia memiliki pengaruh yang jauh lebih besar terhadap lingkungan dibandingkan makhluk lain. Manusia menyebabkan secara langsung kerusakan udara, tanah, dan air serta mengganggu keselamatan hidup semua makhluk. Perubahan iklim bisa dicegah dengan menurunkan emisi gas rumah kaca. Hal ini bisa dimulai dari individual, tapi akan lebih efektif jika perusahaan dan pemerintah juga ikut serta. Oleh karena itu, diperlukan perubahan sosial. Perubahan sosial adalah proses yang sangat lama. Kita tidak bisa berharap bahwa kita akan meraup hasil panennya. Justru kita sedang melakukan tindakan tanpa pamrih untuk anak cucu kita.

Referensi

1. Diambil dari https://repository.uinjkt.ac.id/dspace/bitstream/123456789/54444/1/Perubahan%20Sosial%20pada%20Masyarakat%20Pedesaan%20dan%20Perkotaan.pdf 

2.  Abdulsyani. (1992). Sosiologi Skematika Teori dan Terapan. Bumi Aksara

3. Wrahatnala, Bondet. (2009). Sosiologi 3 : untuk SMA dan MA Kelas XII. Jakarta: Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional.

4. Amar, Syahrul. (2017, Desember). Perjuangan Gender Dalam Kajian Sejarah Wanita Indonesia Pada Abad XIX. Fajar Historia. Diambil dari http://download.garuda.ristekdikti.go.id/article.php?article=978638&val=15057&title=PERJUANGAN%20GENDER%20DALAM%20KAJIAN%20SEJARAH%20WANITA%20INDONESIA%20PADA%20ABAD%20XIX 

5. Wareham, J. (2020, September 30). New Report Shows Where It’s Illegal To Be Transgender In 2020. Forbes. Diambil dari https://www.forbes.com/sites/jamiewareham/2020/09/30/this-is-where-its-illegal-to-be-transgender-in-2020/?sh=2b3257785748

6. Batas Usia Menikah 19 Tahun Diberlakukan. Media Indonesia. Diambil dari https://mediaindonesia.com/humaniora/265859/batas-usia-menikah-19-tahun-diberlakukan 

7. Santi, Jenny. The Secret to Happiness is Helping Others. Time. Diambil dari http://time.com/collection/guide-to-happiness/4070299/secret-to-happiness 

8. What is Social Change. Human Rights Career. Diambil dari https://www.humanrightscareers.com/issues/what-is-social-change/ 

9. Klein, Paul. (2012, Februari 15). Why Social Change is Good for Business. Forbes. Diambil dari https://www.forbes.com/sites/csr/2012/02/15/why-social-change-is-good-for-business/?sh=1937c9b65779

Share

Written by
Lavinia Rahmawati

Twitter Instagram

Tingkatkan kemampuan komunikasi Anda hari ini

Hubungi kami

Atau kirim teks ke 089666666727