Strategi komunikasi komprehensif untuk perubahan perilaku dalam penanganan pernikahan anak

Klien Rutgers

Tahun 2017

Rekomendasi Monitoring dan EvaluasiStrategiLokakarya

Arahan klien

Aliansi Yes I Do (YID) Indonesia membutuhkan strategi komunikasi yang komprehensif untuk menciptakan perubahan perilaku di isu pernikahan Anak yang melibatkan banyak pihak. Strategi komunikasi ini dikhususkan untuk tiga wilayah kerja YID yakni, Sukabumi, Rembang, dan Lombok Barat.

Pemahaman kami

Sebelum kami mengembangkan dokumen strategi, kami meninjau ulang studi-studi yang pernah dilakukan Aliansi YID sebagai basis data awal. Kemudian, kami juga menyelenggarakan workshop untuk mencari pendekatan yang tepat untuk isu ini karena banyaknya pihak yang terlibat. Salah satu temuan penting dari workshop tersebut adalah kemungkinan akar masalah dari persoalan pernikahan anak terletak di persepsi orang tua dan anak perempuan. Keduanya menganggap bahwa keuntungan yang didapat dari menikah lebih pasti dan sudah di depan mata dibandingkan menunda pernikahan. 

Pendekatan kami 

Kami berangkat dari pendekatan yang sudah lumrah di berbagai kampanye anti pernikahan anak “jika kamu menikah sekarang kamu akan mempertaruhkan masa depanmu, jika kamu menikah nanti, kamu akan mendapatkan lebih banyak hal baik di masa depanmu”. Sebelumnya, kami ingin anak-anak perempuan untuk mengubur keinginan menikah segera karena ada banyak hal menyenangkan dan menarik yang bisa mereka lakukan jika mereka tetap sekolah dan tidak menikah sampai usia dewasa. Lewat cara pandang ini, kami mengubah narasi anti pernikahan anak, dari kemungkinan untung di masa depan menjadi kerugian yang pasti di saat ini. 

Kami ingin menghidupkan kembali semangat anak-anak perempuan untuk merasakan masa remaja yang gemilang. Beberapa metode yang kami sarankan adalah:

  1. Serial drama di YouTube mengenai anak perempuan yang mendapatkan manfaat dari merayakan masa remaja dan mempersiapkan masa depan yang lebih baik di tengah kondisi dan tekanan untuk menikah secepatnya.
  2. Sekolah dan pemimpin masyarakat setempat menyelenggarakan berbagai kegiatan sosial di tingkat desa untuk menghidupkan masa remaja bagi anak-anak laki-laki dan perempuan. Kegiatan-kegiatan tersebut di antaranya adalah: kelompok paduan suara, jalan-jalan orang tua dan remaja, arak-arakan untuk anak perempuan yang berhasil lulus sekolah dibandingkan yang menikah, kemah untuk remaja perempuan.
Tertarik dengan program serupa?

Atur janji bicara

Lengkapi formulir ini agar kami bisa menghubungi Anda segera