Kategori
Pemahaman kami

Cara sederhana namun efektif untuk meningkatkan penyerahan SPT Pribadi tepat waktu

Jika kita diingatkan untuk menjadwalkan waktu buat mengisi dan mengirim SPT Pribadi Tahunan, maka kita ternyata akan cenderung mengajukannya jauh lebih awal sebelum tenggat 31 Maret..

Di Indonesia, SPT Tahunan sering diajukan pada jam-jam terakhir batas akhir penyerahan laporan (31 Maret). Hal ini sering menimbulkan banyak masalah, baik untuk wajib pajak atau Direktorat Jenderal Pajak, Kementerian Keuangan. Ini karena pelaporan pajak berlangsung dalam selang waktu yang singkat namun sekaligus dalam jumlah besar, sehingga kerap melumpuhkan sistem daring. 

Masalah paling parah terjadi pada tahun 2016. Saat itu, batas waktu pengajuan pajak di Indonesia harus diperpanjang karena sistem kelebihan beban. Ketika sistem kelebihan beban, crash ternyata terjadi secara terus menerus. Imbasnya, wajib pajak perorangan menjadi frustasi karena sering mengalami kesulitan dalam mengajukan SPT Pribadi mereka. Ini berpotensi menggerus tingkat kepercayaan pada institusi Ditjen Pajak, dan bisa mengurangi kepatuhan mengisi SPT Pribadi Tahunan atau kewajiban pajak lain di masa depan. 

Selain itu, sebagian besar formulir yang diajukan sering tidak lengkap atau terdapat banyak kesalahan. Ini karena wajib pajak perorangan sering tergesa-gesa untuk mengisi SPT untuk mengejar tenggat. Untuk memperbaiki kesalahan setiap formulir dibutuhkan biaya yang besar, baik untuk administrasi (misalnya biaya staff dan iuran listrik kantor) maupun untuk sistem komputer. Akibatnya, wajib pajak seringkali harus menghadapi antrian panjang untuk menyerahkan SPT Pribadi di Kantor Pajak, dengan adanya kemungkinan untuk ditolak karena isian yang tidak lengkap. Akhirnya, mereka malas untuk mengajukan SPT Tahunan Pribadi pada tahun berikutnya. 

Bagaimana pemerintah Indonesia mengatasi masalah ini?

Setelah “badai” di tahun 2016, Direktorat Jenderal Pajak bekerjasama dengan Tim Behavioral Insights (BIT) melakukan evaluasi guna perbaikan administrasi perpajakan di Indonesia. Pada akhir tahun 2017, DJP memutuskan untuk membentuk Gugus Tugas bersama dengan Tim BIT untuk melatih staf DJP dalam mengevaluasi sistem administrasi perpajakan. Pendekatan yang dilakukan dalam evaluasi ini adalah pendekatan perilaku.

Setelah melakukan evaluasi, uji coba pertama yang dilakukan oleh BIT dimulai dengan membuat selebaran FAQ (Frequently Asked Questions) versi baru untuk dikirim ke wajib pajak perorangan yang berusaha mengisi formulir Pengembalian Pajak 1770. Hasilnya, selebaran ini meningkatkan akurasi sebesar 8 persen dalam pengisian dibandingkan dengan panduan versi sebelumnya. Eksperimen yang sukses ini meningkatkan kredibilitas BIT di Ditjen Pajak, dan meningkatkan minat pejabat pajak daerah lainnya untuk mencoba menerapkan pendekatan perilaku terhadap administrasi perpajakan Indonesia.

Pada tahun 2017, Direktorat Jenderal Pajak (DJP)ingin melihat seberapa efektif pesan konvensional pemerintah dibandingkan dengan ajakan bertindak langsung yang singkat. Hal ini kemudian mengakibatkan DJP menghubungi tim BIT untuk proyek berikutnya, yaitu mendorong wajib pajak penghasilan pribadi untuk mengajukan SPT Tahun 2017 setidaknya dua minggu sebelum batas waktu sehingga mereka dapat menghindari sistem yang berlebihan. Hal ini agar DJP dapat menghindari sistem yang berlebihan sehingga wajib pajak tidak lagi enggan untuk mengajukan pajak pada tahun berikutnya. DJP ingin melihat seberapa efektif pesan yang berisi undangan langsung singkat, padat, dan jelas, dibandingkan dengan pesan umum yang biasanya disampaikan oleh pemerintah. Berikut adalah contoh perbandingan kedua pesan tersebut:

Pesan yang biasanya dikirim Pemerintah

Yth. Bapak/Ibu [Nama]
NPWP [XX.XXX.XXX.X-XXX.XXX]

Sesuai ketentuan Pasal 3 ayat (3) huruf b dan c Undang-Undang Nomor 6 Tahun 1983 tentang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2009, batas waktu penyampaian SPT Tahunan PPh Wajib Pajak Orang Pribadi adalah paling lama 3 (tiga) bulan setelah akhir Tahun Pajak dan untuk SPT Tahunan PPh Wajib Pajak Badan adalah paling lama 4 (empat) bulan setelah akhir Tahun Pajak. SPT Tahunan PPh dapat disampaikan secara langsung ke KPP/KP2KP, selain itu Wajib Pajak juga dapat menyampaikan SPT Tahunan dengan cara:

  1. Dikirim melalui pos tercatat dengan bukti pengiriman surat ke KPP tempat Wajib Pajak terdaftar;
  2. Dikirim melalui perusahaan jasa ekspedisi atau jasa kurir dengan bukti pengiriman surat ke KPP tempat Wajib Pajak terdaftar; atau
  3. e-Filing melalui laman DJP online (https://djponline.pajak.go.id) atau Penyedia Layanan SPT Elektronik yang telah ditunjuk Direktorat Jenderal Pajak.

Apabila Saudara membutuhkan informasi perpajakan lebih lanjut, Saudara dapat menghubungi:

  1. Kantor Pelayanan Pajak;
  2. Kantor Pelayanan, Penyuluhan dan Konsultasi Perpajakan;
  3. Kring Pajak (021) 1500200; atau
  4. Laman www.pajak.go.id.

Atas peran serta Saudara dalam pembayaran dan pelaporan pajak, kami sampaikan terima kasih.

Contoh pesan yang telah disederhanakan oleh BIT

Yth. Bapak/Ibu [Nama]
NPWP [XX.XXX.XXX.X-XXX.XXX]

Sudah waktunya melaporkan Surat Pemberitahuan (SPT) Tahunan Pajak Penghasilan (PPh) 2017 Saudara. Terdapat 4 pilihan:

  1. e-Filing melalui laman DJP online (https://djponline.pajak.go.id) atau
    Penyedia Layanan SPT Elektronik yang telah ditunjuk oleh Direktorat Jenderal Pajak;
  2. Datang langsung ke Kantor Pelayanan Pajak (KPP) atau Kantor Pelayanan Penyuluhan dan Konsultasi Perpajakan (KP2KP) tempat Saudara akan menyampaikan SPT;
  3. Dikirim melalui pos tercatat ke KPP tempat Saudara terdaftar; atau
  4. Dikirim melalui jasa ekspedisi/kurir ke KPP tempat Saudara terdaftar.

Jangan tunggu sampai batas waktu berakhir. Saat ini semakin banyak masyarakat Indonesia yang telah patuh melaporkan SPT. Laporkan SPT Saudara sekarang.

Sebenarnya, pembaca hanya perlu informasi langkah yang mereka perlu lakukan dan bagaimana caranya. Jika dilihat perbandingan antara kedua pesan tersebut, pesan yang disampaikan oleh pemerintah terlihat terlalu panjang dan sulit dimengerti. Ini karena surat tidak dituliskan dari sudut pandang pembaca sehingga informasi penting malah terkubur.

Dalam pesan yang disampaikan pemerintah, surel dibuka dengan penjelasan panjang mengenai batas waktu penyerahan SPT pribadi sehingga pembaca sudah malas duluan untuk membaca. Jika dibandingkan, pesan sederhana BIT langsung tertulis pengingat untuk pelaporan SPT tahunan, 4 pilihan cara untuk menyampaikan SPT dan seruan untuk segera melaporkan SPT.

Image: Mohamed Hassan/Pixabay

BIT mencoba menguji beberapa solusi

Untuk menemukan surel yang tepat untuk meningkatkan kepatuhan mengisi SPT pribadi, tim BIT melakukan Randomized Controlled Tests. Dalam uji coba ini, mereka menemukan bahwa surel yang menyediakan opsi untuk memilih tanggal mengerjakan SPT ternyata berdampak ke tingkat pengembalian pajak awal yang paling tinggi dibandingkan solusi lainnya.

Randomized Controlled Trials (RCTs) adalah uji coba yang dilakukan untuk menentukan efektivitas suatu intervensi. Caranya dilakukan dengan membagi sebuah populasi yang terdiri dengan individu-individu yang memiliki latar belakang yang serupa ke dalam dua kelompok secara acak. Kemudian, satu kelompok akan diuji dengan intervensi baru sementara kelompok lainnya tidak (karena itu mereka disebut kelompok pembanding). Dengan demikian, kita dapat melihat bahwa hasil uji yang dilakukan merupakan akibat langsung dari intervensi baru berupa surel yang dikirim DJP, dan bukan disebabkan oleh faktor-faktor lain, misalnya kepribadian wajib pajak.

Dalam kasus ini, tim BIT dan DJP memutuskan bahwa mereka akan mengirimkan intervensi email yang berbeda kepada 11,2 juta wajib pajak. BIT dan DJP mengembangkan tujuh tipe intervensi untuk 7 kelompok:

  1. Kontrol murni – Orang-orang dalam kelompok ini tidak akan menerima surel sama sekali.
  2. Kontrol  – Orang-orang dalam kelompok ini menerima surel dalam format dan isi sama dengan email pengingat dari DJP tahun sebelumnya.
  3. Simplifikasi  Orang-orang dalam kelompok ini menerima surel dalam versi yang lebih sederhana, dan menekankan agar penerima menyerahkan SPT Tahunan Pribadi lebih awal.
  4. Kebanggaan Nasional – Orang-orang dalam kelompok ini menerima surel yang berisi himbauan untuk turut berperan dalam pembangunan nasional, lengkap dengan contoh bagaimana pajak memberi kontribusi dalam membiayai pelayanan publik.
  5. Petunjuk – Orang-orang dalam kelompok ini menerima surel yang menekankan bahwa penyampaian SPT Tahunan lebih awal dapat membuat wajib pajak terhindar dari berbagai permasalahan. Surel ini juga dilengkapi tautan petunjuk pelaporan SPT Pribadi.
  6. Perencanaan – Orang-orang dalam kelompok ini menerima surel yang menekankan bahwa penyerahan SPT lebih awal dapat menghindari wajib pajak dari berbagai permasalahan, plus tautan untuk memilih tanggal, dan akan menerima email pengingat pada 2 hari sebelum, dan saat hari-H dari tanggal rencana penyampaian yang dipilih.
  7. Petunjuk dan Perencanaan – Orang-orang dalam kelompok ini menerima surel yang merupakan kombinasi dari panduan mengisi formulir serta opsi untuk memilih tanggal.

Menurut RCTs yang dilakukan oleh tim BIT dan DJP, surel nomor 6 (perencanaan) memiliki peningkatan tertinggi dalam intervensi untuk pengajuan pengembalian pajak, sebanyak 6%.

Menerapkan pendekatan perilaku dalam menguji suatu kebijakan dapat menjadi solusi yang efektif

Solusi ini menjadi efektif dengan menerapkan pendekatan perilaku yang dikenal sebagai kerangka pikir EAST. Kerangka kerja EAST terdiri dari:

Easy (mudah) - membuat tingkah laku yang diinginkan lebih mudah dilakukan 

Attractive (menarik) - menarik perhatian dan memberikan imbalan atau sanksi;

Social (sosial) - menggunakan komitmen dan norma sosial;

Timely (waktu) - membantu orang merencanakan sejak jauh hari.

Kerangka pikir EAST ini dapat membantu pembuat kebijakan menyadari bahwa tindakan sekecil apapun dapat meningkatkan upaya perubahan yang mereka inginkan secara signifikan.

Dengan memilih satu atau dua dari prinsip sederhana ini, pembuat kebijakan dapat mengidentifikasi hambatan yang tidak terlihat dan mengatasinya melalui intervensi yang tepat. 

Dalam studi kasus pelaporan daring SPT tahunan, tim BIT menerapkan prinsip Timely , yakni mendorong wajib pajak untuk menjadwalkan waktu tertentu agar mereka bisa konsentrasi dalam mengisi formulir . Jika didorong untuk membuat perencanaan, seseorang dapat mengatasi hambatan yang menjegal mereka dalam mencapai suatu tujuan (dalam hal ini, menyerahkan pajak mereka tepat waktu) dan membantu memecah tujuan itu menjadi tindakan kecil yang lebih mudah untuk dikerjakan.

C4C juga menggunakan kerangka EAST untuk menerapkan intervensi perubahan perilaku bersama dengan klien kami. Jika ingin mempelajari lebih dalam tentang pendekatan perilaku, daftar di kursus daring kami dengan menghubungi nomor WhatsApp kami (+62 8966-6666- 727).

Resources

Behavioural Insight Team. (2019). Encouraging Earlier Tax Returns in Indonesia. https://www.bi.team/wp-content/uploads/2019/10/English-Full-report-Early-Filing-final.pdf.

Behavioural Insight Team. (2014). EAST: Four Simple Ways to Apply Behavioural Behaviour. https://www.bi.team/publications/east-four-simple-ways-to-apply-behavioural-insights/.

Behavioural Insight Team. (2012). Test, Learn, Adapt: Developing Public Policies with Randomized Controlled Trials. https://www.bi.team/wp-content/uploads/2013/06/TLA-1906126.pdf.

Share

Written by
Paramita Mohamad

CEO and Principal Consultant of Communication for Change. We work with those who want to make Indonesia suck less, by helping them get buy-in and make changes.

Twitter Instagram

Tingkatkan kemampuan komunikasi Anda hari ini

Hubungi kami

Atau kirim teks ke 089666666727